Arti Kata Mudik? Apakah Itu?


Tradisi mudik, selalu dilakukan oleh umat muslim yang berada di rantau dan hendak merayakan hari kemenangan di kampung halaman. Selain pada momen menyambut idul fitri, tradisi mudik juga dilakukan oleh sebagian orang ketika momen kenaikan kelas atau libur panjang.

Mudik memang merupakan suatu hal yang menarik, karena ini hanya terjadi di Indonesia dan memiliki persentase mobilitas yang tinggi tiap tahunnya. Masyarakat di berbagai daerah (utamanya di kota besar), berduyun-duyun berangkat ke kampung halaman masing-masing, untuk menjalin silaturahmi dengan keluarganya. Sesuai dengan konteks Idul Fitri itu; meminta maaf untuk kembali ke fitrah.

Nah, memang diantara kita ada yang latah menyebut istilah atau kata mudik. Tahukan kamu asal muasal kata mudik yang ditautkan kepada aktivitas pulang ke kampung halaman ini?

Mudik berasal dari bahasa Betawi “udik“, yang artinya adalah kampung/desa. Penggunaan kata ini dimulai, dikarenakan pada saat itu begitu banyaknya orang-orang dari Jawa yang pergi mencari nafkah ke Jakarta. Mereka datang dari berbagai daerah di pulau Jawa dan akhirnya menetap di Ibukota kita itu. Ketika memasuki hari lebaran, para pendatang itu akan kembali ke kampung halamannya untuk bertemu dengan keluarga (sekaligus menceritakan betapa “makmurnya” Jakarta).

Memang sudah adat istiadat orang Jawa, untuk selalu menjalin tali kekerabatan dan mengunjungi sanak keluarga. Ada semboyan mereka yang terkenal itu, “makan gak makan yang penting kumpul“. Nah, orang Betawi biasanya menyebut fenomena ini dengan mudik, menuju udik (pulang kampung-red).

Namun, kata ini sekarang tidak ditujukan hanya untuk orang Jawa saja, tetapi semua yang terlibat langsung dengan fenomena mudik ini. Bahkan semua orang Indonesia yang mendiami pulau lain seperti Kalimantan, Sumatera, Sulawesi bahkan Irian Jaya. Mereka yang mendiami pulau itu, hendak kembali ke tanah kelahiran mereka.

Secara filosofi, kata udik juga berarti hulu sungai, dimana semua aliran air (sumber kehidupan) berawal. Jadi, memang ada kalanya seseorang harus kembali ke daerah asal, sebagai tanda penghargaan dan rasa syukur atas tanah kelahirannya. Ironinya, belakangan, kata udik sering dipakai sebagai bahan ejekan kepada orang-orang kampung yang baru melihat Jakarta. Ada-ada saja.

Fenomena mudik sebenarnya merupakan hal yang baik, karena mengajarkan kita untuk selalu ingat kampung halaman dan keluarga kita. Pemerintah tentu harus lebih siap untuk melayani warganya yang ingin pergi mudik, dengan berbagai penambahan armada keamanan di berbagai titik rawan mudik.

Nah... Kan sekarang Kalian sudah tahu arti kata ‘mudik’… Apakah tahun ini kalian sudah pada mudik semua sobat blogger ?

sumber : http://uniqpost.com/5416/arti-kata-mudik-apakah-itu/

comment 3 komentar:

tiwi on 17 September 2010 18.36 mengatakan...

mampir ke blog ini dl buat komen sebelum mudik...he3..,mengucapkan....Selamat Lebaran bagi yg merayakan!...mhn maaf ats sgla khilaf....tq

BRI Jakarta Veteran on 17 September 2010 20.11 mengatakan...

mudik memang sudah menjadi tradisi tahunan, dan disamping tuk mempererat tali silaturahmi juga dapat memberikan nilai ekonomis bagi daerah mudik yang dituju.

BANDARQ on 1 Mei 2017 15.16 mengatakan...

Informasi yang sangat bagus dan berguna. Ditunggu untuk informasi berikutnya. Thanks gan


bandarq
Domino 99
Situs Poker Online
Domino Qiu Qiu

Posting Komentar

Silahkan beri komentar demi kemajuan blog ini dan jangan komentar bernada spam ya! Terima kasih.